Budidaya Ikan Belut

Ikan Belut

Empat Bulan Panen Belut

Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, Ruslan Roy, peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.

Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan, ujar Ruslan.

Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya.

Media campuran

Menurut Ruslan, belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.

Pakan hidup

Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Hujan buatan

Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.

Hal senada diamini Ruslan. Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam, ujar Ruslan. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen. (Hermansyah)

Mari Rebut Pasar Belut

Siang itu Juli 2006 di Batutulis, Bogor. Pancaran matahari begitu terik membuat Ruslan Roy berteduh. Ia tetap awas melihat kesibukan pekerja yang memilah belut ke dalam 100 boks styrofoam. Itu baru 3,5 ton dari permintaan Hongkong yang mencapai 60 ton/hari, ujar Ruslan Roy.

Alumnus Universitras Padjadjaran Bandung itu memang kelimpungan memenuhi permintaan belut dari eksportir. Selama ini ia hanya mengandalkan pasokan belut dari alam yang terbatas. Sampai kapan pun tidak bisa memenuhi permintaan, ujarnya. Sebab itu pula ia mulai merintis budidaya belut dengan menebar 40 kg bibit pada Juli 1989.

Roy-panggilan akrab Ruslan Roy-memperkirakan seminggu setelah peringatan Hari Kemerdekaan ke-61 RI semua Monopterus albus yang dibudidayakan di kolam seluas 25 m2 itu siap panen. Ukuran yang diminta eksportir untuk belut konsumsi sekitar 400 g/ekor. Bila waktu itu tiba, eksportir di Tangerang yang jauh-jauh hari menginden akan menampung seluruh hasil panen.

Untuk mengejar ukuran konsumsi, peternak di Jakarta Selatan itu memberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari.

Dengan asumsi tingkat kematian 5-10% hingga berumur 9 bulan, Roy menghitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, ia bakal memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp16-juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp2-juta, diperoleh laba bersih Rp14-juta.

Keuntungan itu akan semakin melambung karena pada saat yang sama Roy membuat 75 kolam di Rancamaya, Bogor, masing-masing berukuran sekitar 25 m2 berkedalaman 1 m. Pantas suami Kastini itu berani melepas pekerjaannya sebagai konsultan keuangan di Jakarta Pusat.

Perluas areal

Nun di Bandung, Ir R. M. Son Son Sundoro, lebih dahulu menikmati keuntungan hasil pembesaran belut. Itu setelah ia dan temannya sukses memasok ke beberapa negara. Sebut saja Hongkong, Taiwan, Cina, Jepang, Korea, Malaysia, dan Thailand. Menurut Son Son pasar belut mancanegara tidak terbatas. Oleh karena itu demi menjaga kontinuitas pasokan, ia dan eksportir membuat perjanjian di atas kertas bermaterai. Maksudnya agar importir mendapat jaminan pasokan.

Sejak 1998, alumnus Teknik dan Manajemen Industri di Institut Teknologi Indonesia, itu rutin menyetor 3 ton/hari ke eksportir. Itu dipenuhi dari 30 kolam berukuran 5 m x 5 m di Majalengka, Ciwidey, Rancaekek, dan 200 kolam plasma binaan di Jawa Barat. Ia mematok harga belut ke eksportir US$4-US$5, setara Rp40.000-Rp60.000/kg isi 10-15 ekor. Sementara harga di tingkat petani plasma Rp20.000/kg.

Permintaan ekspor belut

Negara Tujuan Kebutuhan (ton/minggu)
Jepang 1.000
Hongkong 350
Cina 300
Malaysia 80
Taiwan 20
Korea 10
Singapura 5

Sumber: Drs Ruslan Roy, MM, Ir R. M. Son Son Sundoro, www.eelstheband.com, dan telah diolah dari berbagai sumber.

Terhitung mulai Juli 2006, total pasokan meningkat drastis menjadi 50 ton per hari. Itu diperoleh setelah pria 39 tahun itu membuka kerjasama dengan para peternak di dalam dan luar Pulau Jawa. Sebut saja pada awal 2006 ia membuka kolam pembesaran seluas 168 m2 di Payakumbuh, Sumatera Barat. Di tempat lain, penggemar travelling itu juga membuka 110 kolam jaring apung masing-masing seluas 21 m2 di waduk Cirata, Kabupaten Bandung. Total jenderal 1-juta bibit belut ditebar bertahap di jaring apung agar panen berlangsung kontinu setiap minggu. Dengan volume sebesar itu, ayah 3 putri itu memperkirakan keuntungan sebesar US$2.500 atau Rp 20.500.000 per hari.

Di Majalengka, Jawa Barat, Muhammad Ara Giwangkara juga menuai laba dari pembesaran belut. Sarjana filsafat dari IAIN Sunan Gunungjati, Bandung, itu akhir Desember 2005 membeli 400 kg bibit dari seorang plasma di Bandung seharga Rp11,5- juta. Bibit-bibit itu kemudian dipelihara di 10 kolam bersekat asbes berukuran 5 m x 5 m. Berselang 4 bulan, belut berukuran konsumsi, 35-40 cm, sudah bisa dipanen.

Dengan persentase kematian dari burayak hingga siap panen 4%, Ara bisa menjual sekitar 3.000 kg belut. Karena bermitra, ia mendapat harga jual Rp12.500/ kg. Setelah dikurangi ongkos perawatan dan operasional sebesar Rp9- juta dan pembelian bibit baru sebesar Rp11,5- juta, tabungan Ara bertambah Rp17-juta. Bagi Ara hasil itu sungguh luar biasa, sebab dengan pendapatan Rp3- juta- Rp4-juta per bulan, ia sudah bisa melebihi gaji pegawai negeri golongan IV.

Bibit meroket

Gurihnya bisnis belut tidak hanya dirasakan peternak pembesar. Peternak pendeder yang memproduksi bibit berumur 3 bulan turut terciprat rezeki. Justru di situlah terbuka peluang mendapatkan laba relatif singkat. Apalagi kini harga bibit semakin meroket. Kalau dulu Rp10.000/kg, sekarang rata-rata Rp27.500/kg, tergantung kualitas, ujar Hj Komalasari, penyedia bibit di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menjual minimal 400-500 kg bibit/bulan sejak awal 1985 hingga sekarang.

Pendeder pun tak perlu takut mencari pasar. Mereka bisa memilih cara bermitra atau nonmitra. Keuntungan pendeder bermitra: memiliki jaminan pasar yang pasti dari penampung. Yang nonmitra, selain bebas menjual eceran, pun bisa menyetor ke penampung dengan harga jual lebih rendah 20-30% daripada bermitra. Toh, semua tetap menuai untung.

Sukses Son Son, Ruslan, Ara, dan Komalasari memproduksi dan memasarkan belut sekarang ini bak bumi dan langit dibandingkan 8 tahun lalu. Siapa yang berani menjamin kalau belut booming gampang menjualnya? ujar Eka Budianta, pengamat agribisnis di Jakarta.

Menurut Eka, memang belut segar kini semakin dicari, bahkan harganya semakin melambung jika sudah masuk ke restoran. Untuk harga satu porsi unagi-hidangan belut segar-di restoran jepang yang cukup bergengsi di Jakarta Selatan mencapai Rp250.000. Apalagi bila dibeli di Tokyo, Osaka, maupun di restoran jepang di kota-kota besar dunia.

Dengan demikian boleh jadi banyak yang mengendus peluang bisnis belut yang kini pasarnya menganga lebar. Maklum pasokan belut-bibit maupun ukuran konsumsi-sangat minim, sedangkan permintaannya membludak. (Hermansyah/Peliput: Lani Marliani)

DAFTAR NAMA PERUSAHAAN PERIKANAN

Nama Perusahaan Nama Penanggung Jawab Alamat Kantor/Telpon
PT. Vivaria Indonesia Drs. Digdo Yuwono Jln. Ciputat Raya 14
Jakarta Selatan
Telp. 7396181
PT. Rejeki Maruya B. Gerard roe roe Jln. Krekot Raya B 3 No. 23
Jakarta Pusat
PT. Sario Jasaraya Ny. Dietje Ramli Jln. Tanah Abang IV/43
Jakarta Pusat
PT. Binangun Basara Wiguna Ny. Dhewayani Handoyo Jln. Suryopranoto
Jakarta Pusat
PT. Fajar Insan Nusantara Soejarwo Jln. Bendungan Hilir Raya 31
Jakarta Pusat
PT. Aneka Tirta Surya Dwi Lintiani Herlambang Jln. Bungur I No. 2
Jakarta Pusat
PT. Alam Akuarium Ridwan Hartono Jln. Mahoni No. 22
Jakarta Pusat
PT. Darma Inti Permai Ulfana Murady Prince Centre Lt. IV
Jakarta Pusat
PT. Aqualife Ken Tjandra Jln. H. Niman No. 7
Cilandak, Jakarta Selatan
CV. Banyu Biru Handoko Yp Jln. Bungur I/3
Ciputat, Jakarta Selatan

BELUT (Synbranchus)
Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas, Jakarta, Maret 2000
Editor : Kemal Prihatman

1. SEJARAH SINGKAT
Belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat  memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka  memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di  rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Di Indonesia sejak tahun 1979, belut  mulai dikenal dan digemari, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan  menjadi salah satu komoditas ekspor.

2. SENTRA PERIKANAN

Sentra perikanan belut Internasional terpusat di Taiwan, Jepang, Hongkong,  Perancis dan Malaysia. Sedangkan sentra perikanan belut di Indonesia berada di daerah Yogyakarta dan di daerah Jawa Barat. Di daerah lainnya baru merupakan tempat penampungan belut-belut tangkapan dari alam atau sebagai
pos penampungan.

3. JENIS
Klasifikasi belut adalah sebagai berikut :
Kelas : Pisces
Subkelas : Teleostei
Ordo : Synbranchoidae
Famili : Synbranchidae
Genus : Synbranchus
Species : Synbranchus bengalensis Mc clell (belut rawa); Monopterus albus Zuieuw (belut sawah); Macrotema caligans Cant (belut kali/laut)

Jadi jenis belut ada 3 (tiga) macam yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.

4. MANFAAT

Manfaat dari budidaya belut adalah:
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.

5. PERSYARATAN LOKASI

1) Secara klimatologis ikan belut tidak membutuhkan kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya ikan belut dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang spesifik.
2) Kualitas air untuk pemeliharaan belut harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kondisi tanah dasar kolam tidak beracun.
3) Suhu udara/temperatur optimal untukpertumbuhan belut yaitu berkisar antara 25-31 derajat C.
4) Pada prinsipnya kondisi perairan adalah air yang harus bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk bibit/benih yang masih kecil yaitu ukuran 1-2 cm. Sedangkan untuk perkembangan selanjutnya belut dewasa tidak memilih kualitas air dan dapat hidup di air yang keruh.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1) Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
2) Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
3) Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 30-50 cm.
4) Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.
5) Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
6) Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik+ air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
6.2. Penyiapan Bibit
1) Menyiapkan Bibit
a. Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
b) Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.
c. Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
d. Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua ekor betina untuk kolam seluas 1 m2. Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
2) Perlakuan dan Perawatan Bibit
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
6.3. Pemeliharaan Pembesaran
1) Pemupukan
Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
2) Pemberian Pakan
Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
3) Pemberian Vaksinasi
4) Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama
1) Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut.
2) Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus.
3) Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing. Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.
7.2. Penyakit
Penyakit yang umum menyerang adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil.

8. PANEN
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu  :
1) Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
2) Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).
Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan  peralatan antara lain : bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing  atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.

9. PASCAPANEN
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar  belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
10.1.Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Biaya Produksi
a. Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,-Rp. 28.000,
b. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,-Rp. 225.000,
c. Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,
d. Lain-lain Rp. 30.000,-
Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,
2) Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,-Rp. 750.000,
3) Keuntungan Rp. 422.000,
4) Parameter Kelayakan Usaha 2,28
10.2.Gambaran Peluang Agribisnis
Budidaya ikan belut, baik dalam bentuk pembenihan maupun pembesaran mempunyai prospek yang cukup baik. Permintaan konsumen akan keberadaan ikan belut semakin meningkat. Dengan teknik pemeliharaan yang baik, maka akan diperoleh hasil budidaya yang memuaskan dan diminati konsumen.

11. DAFTAR PUSTAKA
1) Satwono, B. 1999. Budidaya Belut dan Tidar. Penerbit Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Jakarta.
2) Ronni Hendrik S. 1999. Budidaya Belut. Penerbit Bhratara, Jakarta

57 Komentar

  1. Untung maryono said,

    2 Oktober 2010 at 7:03 am

    Saya sang at tartarik budidaya sidat atau unary,tap say a sang at blm mengerti budidaya sidat, oyo kit tekan pencurian benih unary,arigatogozaimasu.

  2. outje_mfai said,

    14 November 2010 at 6:23 am

    Bagaimana dengan budidaya belut di kalimantan selatan ,kalau ia membudidaya belut tersebut untuk pembelia bibit dan menampung hasil budidaya , apakah mungkin dapat berkerjasama da;am pemasaran hasil.Karena di kalsel lahan masih terbuka luas dan pakan masih banyak.

    • YUSRI AZMI said,

      28 April 2011 at 7:22 am

      @pak outje_mfai:: untuk didaerah kalimantan selatan sendiri…….. komuditas benih diperoleh secara alam/penangkapan. namun untuk komuditas ini sdh ekspor keluar negeri…..

  3. Teddy pribowo said,

    9 April 2011 at 12:33 pm

    Dari dulu saya sangat berminat untuk bisnsis belut. Dengan latar belakang anak petani yang ingin maju. Hanya saja saya masih banyak terkendala,modal,lahan,pengetahuan tentang pembibitan,proses pemeliharaan dan pemasarannya. Mohon petunjuknya untuk wujudkan impian saya. Trim’s

    • YUSRI AZMI said,

      28 April 2011 at 7:16 am

      sebagai referensi…..

      mas Teddy pribowo bisa datang balai budidaya air tawar (BBAT) didaerah saudara. untuk permodalan mungkin bapak bisa meminjam dana dr bank yaitu bentuk kredit usaha rakyat (KUR) BRI. serta koordinasikan ke para penyuluh2 perikanan ditempat saudara…

      terimaka kasih pak Teddy pribowo udah berkenan mampir…. semoga bermanfaat. amiiin…

  4. 21 April 2011 at 7:32 am

    Saya Annisa dari Baturaja Sumsel, sudah lama saya ingin sekali untuk membuat serta mengembangkan usaha budidaya ikan belut di daerah saya, karena saya melihat dari setiap pasar di daerah saya jarang sekali pedagang ikan yg berjualan ikan belut.
    Bagaimana untuk pertama kalinya memulai usaha budidaya ikan belut dengan memanfaatkan bak” mandi yg tidak terpakai lagi, apakah dapat digunakan untuk tempat ikan belutnya pak ?

    • YUSRI AZMI said,

      28 April 2011 at 7:11 am

      bisa aja kok…..

      malah drum bekas juga bisa dipakai lho.
      komoditi ini skrg sdh banyak di ekspor ke luar negeri.

      makasih udah mampirrrr…. hehehe

  5. 14 Juli 2011 at 6:34 am

    Pak Yusri,
    saya Fitra dari jakarta, pak saya dan beberapa teman sudah memulai budidaya belut jenis belut sawah, dan pembibitan lele..
    kalau saya mau mencoba memenuhi kebutuhan eksport, kira2 bapak bisa membantu untuk mengenalkan beberapa perusahaan pengeksport belut?

  6. bobby said,

    5 Agustus 2011 at 8:55 pm

    saya sdh ternak belut rawa tp gk tau menjualnya kmna…klo ada yg mau beli belut rawa saya bisa hub di email bobby_jufriono@yahoo.com atau tlp di 0341-7014521 atau 08986384599

  7. eno said,

    8 Agustus 2011 at 8:07 am

    salam kenal, saya eno di bogor, saya ingin mampir ketempat bpk tuk meliat farm bpk. minta alamatnya ya pak. sms ke 08121324577.trim

  8. danil said,

    17 November 2011 at 3:28 pm

    pak, saya ingin berbisnis belut tapi tempat/lokasi pemasarannya gk tahu dan 1 kg brapa harganya????
    mohon dukungannya ya’……

  9. yus Sondakh said,

    7 Januari 2012 at 10:19 am

    saya ingin menerapkan ternak belut ini dipesantren kami, dimana kami bisa membeli bibit pak

  10. vidy said,

    10 Januari 2012 at 8:18 am

    Pak saya sudah mencoba budidaya belut dengan mnggunakan media lumpur dalam tong, tpi kenapa tingkat kematiannya cukup besar hampir 90%, apa karena media nya yg salah atau bibit nya…mohon petujuknya… terimakasih…

  11. Hermanto said,

    15 Januari 2012 at 4:02 pm

    PENGEN BANGET BUAT TERNAK BELUT, TAPI KENDALA BIBIT YANG TIDAK ADA DI DAERAH BATAM

  12. cak ipudh said,

    10 Februari 2012 at 11:55 am

    Kalau di blora pemasaranya gimana pak,apakah sudah ada tempat pengepulnya,….

  13. jhon revis said,

    9 April 2012 at 9:55 am

    Siang pak yusri..
    Apakah Di Pekanbaru Riau sudah ada rekan rekan kita yang membudidayakan belut yang bapak ketahui,, ? Terimakasih

  14. sanss said,

    30 Juli 2012 at 7:39 am

    Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik.
    apakah tanpa makanan tambahan belut bisa hidup??????

    • YUSRI AZMI said,

      7 November 2012 at 5:46 am

      kebiasaan makan belut habitat asli yaitu berupa plankton, zooplankton dsb…. namun untuk mensiasati kami biasanya menggunakan pakan tambahan berupa bekicot, dedak/gabah pabrik padi dan ampas tahu.

  15. 3 Desember 2012 at 2:22 pm

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  16. 4 Desember 2012 at 12:51 am

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  17. 6 Desember 2012 at 8:07 am

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  18. 8 Desember 2012 at 8:19 am

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  19. 9 Desember 2012 at 12:13 pm

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  20. johan said,

    12 Desember 2012 at 9:09 am

    selamat sore pak…sya mhasiswa uin jkt, saya tertarik ingin usha budidaya belut..kalau boleh tw, bpak mengadakan pelatihan budidaya atau tidak?

    • YUSRI AZMI said,

      7 Februari 2013 at 3:52 am

      saya cuma sekedar sharing informasi saja mas. untuk pelatihan dan sebagainya mas bisa tanya ke dinas perikanan atau balai pelatihan air tawar di daerah saudara.

      terimakasih

  21. 13 Februari 2013 at 4:34 am

    adakah belut yang hidupnya dilaut gan?
    makasih

  22. 2 Maret 2013 at 4:13 am

    […] yusriazmispi.wordpress.com […]

  23. Nandar said,

    16 Maret 2013 at 4:21 am

    Pak saya mau membuka usaha ternak belut.saya tinggal disukabumi apakah saya bisa pesan bibit belut ke bapak

  24. Rif'an berkata said,

    3 April 2013 at 1:43 am

    untuk budidaya belut di DEMAK JATENG,kok tidak bisa berkembang pak?apa alamnya terlalu panas atau gimana? mhn penjelasannya!

  25. Prio Sutanto said,

    10 Juli 2013 at 4:33 am

    saya berminat dengan bisnis Tambak belut, tapi yang menjadi penghalang buat saya adalah pertama jenis belut apa yang layak jual ke luar negeri dan kemana harus saya jual atau bagaimana cara export belut ini nantinya…
    Terimah kasih

  26. adi said,

    10 Juli 2013 at 4:35 am

    bagaimana caranya untuk eksport belut ke luar negeri?

  27. aldi suseno said,

    13 Agustus 2013 at 1:00 pm

    Pak,saya aldi dari palembang.
    Saya baru akan memulai budidaya belut.
    Mohon sekiranya bersedia,kemana saya akan menjualnya dan spec khusus dari belut yang laku dijual.ukuran,jenis dan bobotnya.
    Terimakasih.
    (susenoaldi@gmail.com)

  28. bunagi said,

    2 September 2013 at 7:28 am

    sebenarnya budidaya ikan belut agak sulit,,,,,,

  29. bunagi daud said,

    9 September 2013 at 1:46 am

    mana mungkin ikan belut dapat dibudidayakan di kolam tanpa lumpur…? sedangkan ikan belut suka tinggal di lumpur

  30. aldi suseno said,

    9 September 2013 at 2:13 am

    Pagi pak,pengembang biakan belut dengan terpal di areal sawah,efektifkah?

  31. muhyidin said,

    19 September 2013 at 1:28 pm

    malam pak , saya berminat mengembangkan belut tolong kasih infonya tentang budidaya dan penjual bibit belut

  32. arief said,

    15 Oktober 2013 at 5:29 pm

    saya berniat untuk usaha peternakan belut lokasi di daerah parung kuda sukabumi jawa barat …tlg di bantu.

  33. 30 Oktober 2013 at 6:29 am

    as. Pak Cahya yang terhormat, kami dari Dharmasraya, ingin sekali berkunjung ke tempat usaha bapak. mhn kirimkan Alamat Bapak. Trims 081328782604

  34. 30 Oktober 2013 at 6:31 am

    As. Saya Imam dari Dharmasraya, memiliki kelompok Tani, kami ingin sekali berkunjung ke tempat usaha bapak, mhn kirim alamat. Trims 81328782604

  35. dany said,

    27 November 2013 at 3:06 am

    ass.. pa mohon info untuk info tempat bpak untuk dapat berkunjung dan belajar karena saya berminat untuk budidaya belut. mohon d infokan ke 085220568086

  36. Sukri said,

    20 Desember 2013 at 2:59 pm

    slmat malam pak???
    sy mau ty dimana bs saya salurkan belut sidat sya karna kbtlan saya banyak bibit sidat dan sidat ukuran 50gr-10kg mhn dibantu.makasih

  37. legi okta said,

    27 Desember 2013 at 3:03 pm

    dimana nyari bibit belut nya,.,

  38. 4 Januari 2014 at 3:26 am

    Mas bisa bljar cra ternak belut dsitu gk mas…sya berminat pengn usha belut mas…blh mint no hp ny mas???sya tinggl di jkrt timur.trimksih

  39. 23 Februari 2014 at 9:26 am

    Bapak yusri..saya ingin belajar budidaya belut dengan bapak apabisa? Kalau boleh saya minta contact person bapak.. terima kasih sblmnya..

  40. Adys Sutady said,

    25 Februari 2014 at 11:58 am

    Selamat malama Pak, saya sangat tertarik dengan bisnis budidaya belut, tapi didaerah saya belum ada penyedia bibit dan pembeli hasil panennya, apakah bapak bisa rekkomendasikan kpd saya peternak belut yang ada di daerah kabupaten Kediri Jawa Timur..??, terimakasih sebelumnya

  41. lia said,

    28 Mei 2014 at 11:44 am

    saya petani belut dari jogjakarta,kalau Bapak buth belut silahkan hubungi kami…PIN 3143EADA nope 081804296000

  42. fadli widodo said,

    5 Juni 2014 at 10:52 am

    BENIH BELUT

    Kami petani belut dari Sleman-Yogyakarta yang sudah berpengalaman. Kami menjual benih belut berbagai ukuran. Melayani pengiriman keluar kota dan luar pulau. Alamat : Jl. Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta.
    Bibit belut yang kami hasilkan adalah benih belut berkualitas, telah terbukti dengan penanganan yang baik benih belut hasil dari produksi kami dapat berkembang dengan baik dan cepat pertumbuhannya. Berikut kami informasikan data dari tempat usaha pembibitan kami :

    Komoditi : Belut sawah super
    Asal : Budidaya alam
    Kolam : Media air terfermentasi dan air lumpur
    Pengemasan : Dalam kotak styrofoam dg suhu terkontrol, tahan sampai 20 jam.
    Tujuan : Medan, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Padang, Bengkulu, Lampung, Batam, Tanjung pinang, Tanjung pandan, Pangkal pinang, Balikpapan, Banjarmasin, Palangkaraya, Tarakan, Berau, Pontianak, Ketapang, Sintang, Makasar, Luwuk, Palu, Kendari, Gorontalo, Manado, Bali, Labuan bajo, Tambolaka, Waingapu, Kupang NTT, Ternate, Sorong, Manokrawi, Jayapura dan kota-kota lainnya

    Kapasitas pengiriman :
    BOBOT : ISI / Ekor / BOX :
    15 Kg (10 cm) : 3000 Ekor
    Untuk wilayah jawa minimal order 10 kg

    Untuk informasi harga murah berkualitas dan konsultasi teknik budidaya silahkan contak person Fadli 085753563403 / 081227354545, kunjungi blog kami di http://www.belutmurah.blogspot.com atau datang langsung ke lokasi pembibitan kami di UD.Nabila Farm Jl.Kaliurang Km 13,5 Sleman-Yogyakarta (10 meter selatan Honda AHASS). Kami memberikan garansi bibit belut selamat sampai ke tujuan.
    NB : Kami juga menerima dan menyediakan sarana dan fasilitas untuk kunjungan dari berbagai instansi baik secara individu maupun rombongan untuk berdiskusi, belajar dan studi banding teknik pembenihan belut dan cara budidaya yang baik dan benar secara instensif.
    Pin BB : 2AFAB7EB

  43. hendra said,

    16 Juni 2014 at 8:11 am

    pak saya tertarik untuk budidaya belut, saya mau coba 3kg bibit. kira-kira berapa biayanya ya pak? mohon dibalas di 081267768899

  44. eddi said,

    16 Juli 2014 at 2:35 pm

    Aku ada belut 1ton /bln
    085601436696 lokasi banjarnegara jawa tengah.

  45. hadisworo said,

    11 September 2014 at 5:04 pm

    saya mau beli belut untuk lomba, sekitar 400ekor ukuran sedang (bukan belut sidat) apakah ada yg jual cepat??

  46. ricky said,

    26 September 2014 at 7:44 am

    dimana yah alamat peternak belut yang mau kerja sama atau plasma???

  47. Aldi Malkis said,

    2 Oktober 2014 at 12:14 pm

    Pak kalau dipadang di mana tempat jual bibit belut nya pak.

  48. Bam Wirahadi said,

    9 Oktober 2014 at 11:16 pm

    Aslm. Saya ingin sekali mendapatkan alamat tokoh dalam artikel di atas yakni Ruslan, sang peternak sukses itu. Saya berminat sekali. mohon info nya pada 081319706530 terimakasih

  49. Rafi said,

    14 Oktober 2014 at 3:02 am

    salam kenal ,..

    saya asal medan
    apakah ada penjual belut yang mau menawarkan belut nya ke daerah medan ?
    saya siap menampung dengan partai besar maupun kecil
    asalkan sesuai dengan ukuran dan harga,.

    ukuran yang saya butuh kan :
    Min 8ekor/KG sampai dengan ukuran 4ekor/KG
    (tidak menerima ukuran belut kecil)
    harga bisa kita negosiasi kan

    Hub: 08566367521 or 081266917716 (Rafi)

  50. muntai said,

    17 November 2014 at 11:17 am

    mlm pak yusri saya AHMAD dari banjarmasin bisa ga saya minta no hp pembeli belut/sidat yg banyak di jkt

  51. dana said,

    18 November 2014 at 1:24 pm

    Bagi para agan-agan yg membutuhkan cacing lumbricus untuk pakan sidat hub no. 08988804784/ pin bb 7d7d3ce1
    Lokasi budidaya kami di kp. Bayur lebak wangi rt 11/02 kec. Sepatan timur kab. Tangerang


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: